Video seorang pasien BPJS yang merasa dipersulit berobat di RSUD dr Soewandhie viral di medsos. Namun pihak RSUD dr Soewandhie membantah isi dalam video itu dan menyatakannya tidak benar.
Berikut enam poin klarifikasi RSUD dr Soewandhie,

Terkait pengaduan saudara Ikas Choirul Iklani melalui facebook kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak benar. Beberapa hal dapat kami sampaikan sebagai berikut:

1. Bahwa pelayanan di IGD dilakukan berdasarkan tingkat kegawatan, bukan berdasarkan nomor antrean.
2. Sesuai data yang terekam di sistem rumah sakit oasien datang ke RS pukul 14.40 WIB dan dilakukan pemeriksaan pada pukul 14.41 WIB. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kondisi kegawatdaruratan, kemudian pasien diminta untuk menunggu.

 www.eramuslim.com